Masyarakat Liku Dengen Desa Uraso Budidayakan Lebah Hutan Trigona


Lebah hutan jenis Trigona adalah salah satu potensi lokal yang dikembangkan masyarakat di Kampung Liku Dengen Desa Uraso Kecamatan Mappideceng Kabupaten Luwu Utara.

Kepala Dusun Kampung Baru Desa Uraso

Kepala Dusun Kampung Baru Desa Uraso

Hanya dalam waktu enam bulan, satu kotak lebah trigona dapat menghasilkan 3 sampai 4 botol madu yang siap dijual.Harganya berkisar Rp 40.000  sampai Rp 50.000 per botol di tingkat kelompok.

Budidaya lebah trigona ini sangat cocok dan mudah dikembangkan karena lebah madu ‘hitam’ banyak hidup di sekitar Liku Dengen sehingga potensial untuk dikembangbiakkan. Ada dua cara pengembangbiakan yang dilakukan saat ini, yaitu pengembangbiakannya dilakukan secara individu.Dimana kotak yang sudah berisi koloni digantung di bawah atap rumah. Cara kedua, dikembangkan secara berkelompok dengan membuat  rumah  budiaya yang bangunannya dirancang khusus. Bangunan ini hanya diatapi. Di bawah atap digantung secara berjejer kotak-kotak berukuran 15 x 30 cm yang sudah berisi koloni.
Menurut Akis Nuru Kepala Dusun Kampung Baru Desa Uraso, budidaya lebah trigona cukup diminati masyarakat karena harga madunya yang relatif mahal,  kerjanya mudah dan tidak menyita waktu.Harga perbotolnya Rp 40.000 sampai Rp 50.000. Itu untuk harga pembelian di kelompok. Kalau harga di pasaran sekitar Rp 60.000 per botol.Selain harga madunya yang menggiurkan, sebenarnya harga koloni jauh lebih mahal. Harganya bisa mencapai Rp 200.000 per koloni.” Hanya saja, masyarakat diLiku Dengen tidak ada yang menjual koloni. Mereka lebih memilih menjual madunya saja,” katanya. (*)

Iklan