Warga di Dua Desa Danau Matano Harapkan Penataan Ulang Tata Ruang Desa


IMG_8434Laporan: Acep Crissandi dari Nuha

Dua desa yang berada di sekitar Danau Matano saat ini sedang melakukan proses pemetaan tata guna lahan berupa wilayah perlindungan, pemukiman dan akitivitas sosial, dan wilayah kelola, dan peta adminitratif desa. Hal ini sesuai dengan amanah UU No. 6 tahun 2014 tentang Desa dan Permendagri No. 27 Tahun  2006 tentang Penegasan Penetapan dan Penegasan Batas Desa. Selain itu peta yang berisi tentang pembagian tata ruang di dalam kedua desa diharapkan dan dapat menyelesaikan tumpang tindih lahan kelola warga dan kawasan hutan lindung. Baca lebih lanjut

Iklan

Konsolidasi Masyarakat Sipil Tolak Eksploitasi Seko


Seko merupakan sebuah wilayah yang didiami oleh Masyarakat Adat Seko yang secara administratif berada dalam wilayah Kecamatan Seko Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, dengan luas ± 2.109,19 Km2 (± 210,919 ha), dengan 12 desa beratatus definitif. Penduduknya berjumlah 12.405 orang, terdiri dari 6.269 laki-laki dan 6.244 perempuan. Topografi nya yang sebagian besar berbukit-bukit dengan ketinggian antara 1.113 mdpl sampai dengan 1.485 mdpl.

IMG20160515061039

Baca lebih lanjut

Peserta Pertemuan Multi Pihak Perlindungan DTA Danau Matano Sepakat Membentuk Forum Multi Pihak


IMG_8414

Laporan: Acep Crissandi dari Nuha

Peserta pertemuan multi pihak yang difasilitasi Perkumpulan Wallacea Palopo dan Burung Indonesia, sepakat untuk membentuk Forum Multi Pihak Perlindungan Ekosistem Danau Matano. Hal ini diungkapkan oleh beberapa peserta yang hadir dalam pertemuan di Aula Pertemuan Kantor Kecamatan Nuha, Soroako (1/06/16).

Seperti yang diungkapkan Sekretaris Bappeda Luwu Timur, Ir. Syaifullah yang bersedia menindaklanjuti pertemuan multipihak ini. Menurutnya dalam penataan ruang, jalan provinsi yang menghubungkan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah melalui Desa Nuha dan Matano telah masuk dalam SK Gubernur. Dikhawatirkan akan mengikis potensi daerah di sekitar danau, yang kemudian akan berpengaruh besar pada ekosistem Danau Matano.

“Ruang Matano dan Nuha sudah ada SK gubernur sudah masuk daerah transportasi yang telah di ambil wewenangnya oleh provinsi. Maka mau tidak mau akan terjadi pengembangan wilayah, yang dikhawatirkan akan mengikis potensi di daerah kita,” ujar Sekretaris Bappeda Lutim ini.  Baca lebih lanjut

Lindungi Ekosistem Danau Matano Perkumpulan Wallacea Gelar Pertemuan Multi Pihak


IMG_8392

Laporan: Acep Crissandi dari Nuha

Kondisi Danau Matano yang semakin memprihatinkan mendorong Perkumpulan Wallacea Palopo untuk melibatkan berbagai pihak dalam menjaga kelestarian ekosistem Danau Matano.  Bersama Burung Indonesia, Perkumpulan Wallacea mengundang sejumlah pihak terkait di Luwu Timur, diantaranya KPHL, BAPPEDA, Dinas ESDM, Dinas Kehutanan, BPMPD, PT. Vale, Camat Nuha, Warga Desa Nuha, dan Warga Desa Matano dalam acara Pertemuan Multi Pihak Penataan Lahan dan Perlindungan Ekosistem DTA Danau Matano Kabupaten Luwu Timur Secara Berkelanjutan (01/06/2016). Pertemuan ini berlangsung di Aula Pertemuan Kantor Kecamatan Nuha, Sorowako. Baca lebih lanjut