Seko Bisa dibangun Tanpa Kehadiran Perusahaan


Oleh: Rais

DSC00503Beberapa waktu yang lalu, Lagaligopos.com merilis sebuah berita mengenai bantuan yang diberikan oleh gubernur Sulsel untuk masyarakat seko senilai 24 miliar, untuk pembangunan ruas jalan Sabbang-Seko.

Pertama-tama yang timbul di benak saya setelah membaca berita tersebut adalah; Bahwa sesungguhnya infrastruktur jalan Sabbang-Seko secara bertahap bisa dibangun tanpa kehadiran perusahaan/pihak swasta. Pemerintah (Negara) bisa melakukan itu.

Baca lebih lanjut

Iklan

Jelang Akhir Tahun, Perkumpulan Wallacea Inisiasi Dialog UPR


IMG-20171229-WA0016Perkumpulan Wallacea inisiasi dialog dengan berbagai elemen mahasiswa yang tergabung dalam aliansi seko menggugat dan beberapa wartawan kota palopo, Kamis (28/12/17) pukul 20.00 di Teras Agatis, Kel Balandai, Kec Bara, Kota Palopo.

Dalam pertemuan tersebut  Koordinator Devisi PH2R Perkumpulan Wallacea Rais Laode Sabania selaku pembicara pada dialog tersebut banyak memberikan pemahaman tentang Universal Periodic Review (UPR) .

Baca lebih lanjut

Pengadilan Pasang Kayu Sidangkan Petani Tidak Bersalah


siaran-pers-walhi-24-nov-2017Pengadilan Negeri Pasangkayu kembali menggelar sidang lanjutan tindak pidana pencurian tandan buah sawit oleh empat orang petani Desa Polanto Jaya Kecamatan Rio Pakava Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah.

Sidang yang digelar pada tanggal 23 November 2017 ini mengagendakan pembacaan eksepsi terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum atas tuduhan tindak pidana pencurian tersebut, dalam eksepsi yang dibacakan bergantian oleh dua orang pengacara mewakili tim kuasa hukum, Ronald Siahaan, SH. MH dan Yuyun SH. Eksepsi setebal 27 halaman ini menjawab, membantah semua dakwaan yang di sampaikan oleh jaksa penuntut umum. Baca lebih lanjut

Kepala Bappeda Lutra: Bangkitkan Ekonomi Masyarakat Melalui UMKM Pertanian


Rusdi Rasyid di Kalotok

Ir Rusdi Rasyid Menyampaikan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pertanian

Saat hadir sebagai pembicara di Pelatihan Managemen Keuangan Lembaga Ekonomi Desa (LED) ”Kalotok Siangkaran”,  (17/11),  Kepala Bappeda Luwu Utara, Ir Rusdi Rasyid menyampaikan penghargaan terhadap upaya Pemerintah Desa dan masyarakat Kalotok yang memikirkan  pembentukan lembaga ekonomi masyarakat yang memayungi usaha-usaha di sektor pertanian dan holtikultura.

Dilihat dari usaha-usaha yang dijalankan lembaga ekonomi ini, yaitu usaha pembibitan kakao dan usaha budidaya lebah trigona, semua memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Ditambah dengan dukungan MCA-Indonesia melalui Konsorsium Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI), melakukan pendamppingan produk dan usaha telah meletakkan pondasi kelembagaan ekonomi, tinggal kapasitas pengelolaan dan pengembangannya akan menjadi pekerjaan selanjutnya oleh Pemda dengan melibatkan pihak-pihak lain sesuai kewengan dan fungsinya. Baca lebih lanjut

Forum Kompleks Danau Malili Siap Kawal Agenda Pengelolaan Bersama


Ir H Zainuddin menyampaikan perlunya pengelolaan Kompleks Danau Malili Perlu Terkemuka di Indonesia

Kepopuleran Kompleks Danau Malili Kabupaten Luwu Timur yang terdiri dari 5 danau, tiga diantaranya tergolong danau besar yaitu Danau Matano, Mahalona dan Towuti sudah dikenal di dunia internasional.  Danau-danau tersebut memiliki keunikan karena termasuk danau purba yang muncul dari proses tektonik, dan memiliki tingkat endemisitas flora-fauna yang tinggi, serta khasana sosial kultur masyarakatnya  menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kekayaan ekosistem Kompleks Danau Malili.

Hal  itu yang menarik berbagai kalangan melakukan penelitian ilmiah. Mereka datang dari berbagai daerah bahkan dari luar negeri. Berbagai perguruan tinggi. Namun belum signifikan memberi kontribusi terhadap masyarakat dan  Kabupaten Luwu Timur.

Bertumpuk sudah hasil penelitian yang membahas danau-danau ini. Akan tetapi pasca penelitian Pemeritah Luwu Timur hanya mendapatkan laporan, dan banyak juga yang tidak memberikan hasil penelitiannya. Belum lagi hasil penelitian yang tidak bisa diterapkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan warga di tiga danau. Baca lebih lanjut

KPBB: Masyarakat di Zona Merah Lebih Berisiko Kena Penyakit


Dari penelitian KPBB menunjukkan, masyarakat di Indonesia terutama mereka yang tinggal di kawasan dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang sangat tinggi, kawasan dengan industrialisasi yang sedemikian massif dan intensif, sekitar pembangkit listrik, sekitar TPA sampah, selain kawasan dengan risiko kebakaran hutan dan lahan yang terjadi hampir setiap tahun; adalah kelompok berisiko tinggi terpapar oleh pencemaran udara.

“Mereka berada di kawasan zona merah pencemaran udara yang berisiko terjangkit penyakit dan atau sakit karena pencemaran udara seperti ISPA (infeksi saluran pernafasan akut), asma, pneumonia, bronchopneumonia, COPD (chronical obstructive pulmonary dieses; atau penyempitan salaruna pernafasan), jantung coroner (coronary artery dieses), berbagai kanker terutama kanker paru-paru dan saluran pernafasan”, demikian uraian Ahmad Safrudin, Direktur Eksekutif KPBB.

Penelitian KPBB sejak 2001 juga menunjukkan bahwa pollutant timbel (Pb) adalah neurotoxin yang menyebabkan sakit atau penyakit terkait fungsi syaraf, juga menyebabkan penurunan point IQ dan tingkat kecerdasan pada anak, hipertensi pada orang dewasa, terganggunya fungsi ginjal, jantung coroner, hingga kematian dini. Jika dulu pollutant timbel didominasi dari emisi dari kendaraan bermotor yang menggunakan bensin bertimbel, kini diemisikan oleh peleburan logam terutama daur ulang aki bekas. Sementara pollutant hydro-carbon (HC) yang hampir 90% diemisikan oleh kendaraan bermotor, selain menyebaban sakit/penyakit akut terkait iritasi mata misalnya, juga memiliki sifat kronis yang menyebabkan terjadinya kanker sebagaimana disinggung di atas melalui pemaparan PAH (polycyclic aromatic hydrocarbon) dan asam benzene.

Dampak negative terhadap kualitas udara juga disumbangkan oleh penggunaan bahan bakar minyak untuk transportasi, gas buang yang beracun seperti karbon dioksidan (CO2), nitrogen oksida (NO2) dan sulfur dioksida (SO2) yang menyebabkan gas hujan asam dan pemanasan global. Hal tersebut diperparah ketika di kota-kota besar degan pengguna transportasi pribadi yang sangat tinggi akibat buruknya transportasi masal menyebabkan menumpuknya gas buang beracun yang menyebabkan buruknya kualitas udara, juga ditambah rendahnya kualitas bahan bakar yang digunakan saat ini yang masih menggunakan kandungan octane number (RON) 88 (premium) dan RON 90 (Pertalite) dan masih kalah jauh dengan Malaysia yang bahan bakar dengan RON terendah untuk kendaraan bermotornya yaitu RON 95 yang setara dengan jenis pertamax turbo. (*)